Tujuh Unsur Kebudayaan Universal Menurut Kluckhon

Kluckhon dalam bukunya yang berjudul Universal Categories of Culture membagi kebudayaan yang ditemukan pada semua bangsa di dunia dari sistem kebudayaan yang sederhana seperti masyarakat pedesaan hingga sistem kebudayaan yang kompleks seperti masyarakat perkotaan. Kluckhon membagi sistem kebudayaan menjadi tujuh unsur kebudayaan universal atau disebut dengan kultural universal. Apa sajakah itu?

unsur budaya

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal). Dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Namun tak sesederhana itu. Lensa Pesisir akan mengulasnya secara akademis untuk bahan menulis adik-adik mahasiswa yang butuh.

Definisi kebudayaan

Menurut Muhaimin (2001: 153), dalam buku Islam dalam Bingkai Budaya Lokal, Potret dari Cirebon, bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata latin colere yaitu mengolah atau mengerjakan. Terkadang kata culture juga sering diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai kultur.

Pendapat Geertz tentang kebudayaan dikutip oleh Tarmuji (2011:154) dalam buku Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar, mengatakan bahwa:

“Budaya adalah suatu sistem makna dan simbol yang disusun dalam pengertian dimana individu-individu mendefinisikan dunianya, menyatakan perasaannya dan memberikan penilaian- penilaiannya, suatu pola makna yang ditransmisikan secara historis, diwujudkan dalam bentuk-bentuk simbolik melalui sarana di mana orang-orang mengkomunikasikan, mengabdikan, dan mengembangkan pengetahuan, karena kebudayaan merupakan suatu sistem simbolik maka haruslah dibaca, diterjemahkan dan diinterpretasikan.”

Pendapat ini tidak berseberangan dengan Linton yang lagi-lagi terdapat dalam buku Tasmuji berjudul sama, halaman 151, yang memberi definisi kebudayaan, yaitu:

“Seluruh cara kehidupan dari masyarakat dan tidak hanya mengenai sebagian tata cara hidup saja yang dianggap lebih tinggi dan lebih diinginkan.”

Mari kita tengok pendapat guru besar antropologi Indonesia kita, Pak Koentjaraningrat. Begini menurut beliau:

“Kebudayaan berasal dari kata sansekerta buddhayah bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal (1993:9). Menurut beliau, kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan budi dan akal. Ada juga yang berpendapat sebagai suatu perkembangan dari majemuk budidaya yang artinya daya dari budi atau kekuatan dari akal.

Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya agar kekuatan serta hasilnya dapat diabadikan untuk keperluan masyarakat. Jadi dapat disimpulkan bahwa kebudayaan, menurut penulis adalah semua hasil karya cipta manusia baik yang berupa benda maupun jasmaniah yang diakui dan masih diabadikan oleh masyarakat.

Unsur kebudayaan

Pak Koentjaraningrat membagi kebudayaan dalam tiga unsur, yaitu pertama sebagai suatu ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma peraturan dan sebagainya, kedua sebagai suatu aktifitas kelakuan berpola dari manusia dalam sebuah komunitas masyarakat, ketiga benda-benda hasil karya manusia.

Beda dengan yokoh antropolog Bronislaw Malinowski. Beliau berpendapat bahwa ada empat unsur pokok dalam kebudayaan yang meliputi: (1) sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam se ke lilingnya, (2) organisasi ekonomi, (3) alat-alat dan lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan, (5) organisasi kekuatan politik.

Beda lagi dengan Melville J. Herkovits yang menyatakan bahwa unsur-unsur kebudayaan terangkum dalam empat unsur yaitu alat-alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga dan kekuasaan politik.

Berkaitan dengan budaya dan unsur-unsurnya yang bersifat universal. Setiap daerah, wilayah maupun negara mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda. Baik dari segi bahasa, pakaian, gaya komunikasi maupun tradisi-tradisi yang sering dilakukan masyarakatnya. Berbedanya kebudayaan dan unsur-unsur budaya yang ada tentu juga dipengaruhi oleh letak geografis suatu wilayah dan sumber daya alam maupun sumber
daya manusia dalam wilayah tersebut.

Bagaimana menurut Kluckon??

Unsur kebudayaan menurut Kluckon

Kluckon mempunyai pemikiran berbeda. Dalam bukunya yang berjudul Universal Categories of Culture beliau membagi kebudayaan yang ditemukan pada semua bangsa di dunia dari sistem kebudayaan yang sederhana seperti masyarakat pedesaan hingga sistem kebudayaan yang kompleks seperti masyarakat perkotaan.

Kluckhon membagi sistem kebudayaan menjadi tujuh unsur kebudayaan universal atau disebut dengan kultural universal. Berikut penjelasannya:

1. Sistem bahasa;

Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi atau berhubungan dengan sesamanya. Dalam ilmu antropologi, studi mengenai bahasa disebut dengan istilah antropologi linguistik. Kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik, dan mewariskannya kepada generasi penerusnya sangat bergantung pada bahasa. Dengan demikian, bahasa menduduki porsi yang penting dalam analisa kebudayaan manusia.

2. Sistem pengetahuan;

Sistem pengetahuan dalam kultural universal berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia. Sistem pengetahuan sangat luas batasannya karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam kehidupannya. Banyak suku bangsa yang tidak dapat bertahan hidup apabila mereka tidak mengetahui dengan teliti pada musim-musim apa berbagai jenis ikan pindah ke hulu sungai. Selain itu, manusia tidak dapat membuat alat-alat apabila tidak mengetahui dengan teliti ciri-ciri bahan mentah yang mereka pakai untuk membuat alat-alat tersebut. Setiap kebudayaan selalu mempunyai suatu himpunan pengetahuan tentang alam, tumbuh-tumbuhan, binatang, benda, dan manusia yang ada di sekitarnya.

3. Sistem sosial;

Unsur budaya berupa sistem kekerabatan dan organisasi sosial merupakan usaha antropologi untuk memahami bagaimana manusia membentuk masyarakat melalui berbagai kelompok sosial. Menurut Koentjaraningrat tiap kelompok masyarakat kehidupannya diatur oleh adat istiadat dan aturan-aturan mengenai berbagai macam kesatuan di dalam lingkungan dimana dia hidup dan bergaul dari hari ke hari. Kesatuan sosial yang paling dekat dan dasar adalah kerabatnya, yaitu keluarga inti yang dekat dan kerabat yang lain. Selanjutnya, manusia akan digolongkan ke dalam tingkatan-tingkatan lokalitas geografis untuk membentuk organisasi sosial dalam kehidupannya.

4. Sistem peralatan hidup dan teknologi;

Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan hidupnya sehingga mereka akan selalu membuat peralatan atau benda-benda penunjang hidup. Perhatian awal para antropolog dalam memahami kebudayaan manusia berdasarkan unsur teknologi yang dipakai suatu masyarakat berupa benda-benda yang dijadikan sebagai peralatan hidup dengan bentuk dan teknologi yang masih sederhana. Dengan demikian, bahasan tentang unsur kebudayaan yang termasuk dalam peralatan hidup dan teknologi merupakan bahasan kebudayaan fisik.

5. Sistem mata pencaharian hidup;

Mata pencaharian atau aktivitas ekonomi suatu masyarakat menjadi fokus kajian penting etnografi. Mata pencaharian suatu kelompok masyarakat atau sistem perekonomian masyarakat untuk mencukupi kebutuhan hidupnya menjadi unsur kebudayaan karena dari mata pencaharian suatu masyarakat dapat membedakan kebudayaan wilayah tersebut dan tingkat pengetahuan masyarakatnya.

6. Sistem religi;

Asal mula permasalahan fungsi religi dalam masyarakat adalah adanya pertanyaan mengapa manusia percaya kepada adanya suatu kekuatan gaib atau supranatural yang dianggap lebih tinggi daripada manusia dan mengapa manusia itu melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatankekuatan supranatural tersebut. Usaha untuk memecahkan pertanyaan mendasar yang menjadi penyebab lahirnya asal mula religi tersebut, para ilmuwan sosial berasumsi bahwa religi suku-suku bangsa yang ada di dunia adalah sisa dari bentuk- bentuk religi kuno yang dianut oleh seluruh umat manusia pada zaman dahulu ketika kebudayaan mereka masih primitif.

7. Kesenian; Dalam hal ini adalah segala aktivitas kesenian suatu masyarakat tradisional. Bisa berupa benda-benda atau artefak yang memuat unsur seni, seperti patung, ukiran, dan hiasan. Unsur seni pada kebudayaan manusia lebih mengarah pada teknik-teknik dan proses pembuatan benda seni tersebut.

Sekarang sudah lebih tahu ya, tentang unsur kebudayaan menurut Kluckon dan tokoh terkenal lainnya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar