Masyarakat Pesisir di Indonesia

Indonesia termasuk salah satu negara maritim. Disebut demikian karena sebagian besar wilayah Indonesia berupa lautan. Hal inilah yang menjadikan masyarakat pesisir di Indonesia memanfaatkan dan menggantungkan hidupnya pada sumber hasil laut. Cara hidup ini menciptakan karakter masyarakat pesisir yang unik dan adaptif.

Masyarakat Pesisir di Indonesia

Kali ini mimin Lensa Pesisir akan mengulas tentang masyarakat yang unik ini.

Ketergantungan masyarakat terhadap sektor laut memberikan identitas tersendiri sebagai masyarakat pesisir dengan pola hidup yang dikenal sebagai kebudayaan pesisir (Geertz, 1981:42).

Salah satu faktor yang mempengaruhi terbentuknya kebudayaan adalah lingkungan alam fisik seperti situasi dan kondisi yang secara tidak langsung akan membentuk watak kepribadian serta budaya masyarakat yang tinggal di lingkungan itu (Syarif, 2008:65). Berbicara lingkungan alam, Indonesia mempunyai berbagai lingkungan alam dari mulai perkota an, pedesaan, dan pesisir. Dengan berbagai macam karakteristik alam
Indo nesia, tentu budaya juga berbeda-beda, baik itu masyarakat kota, desa, dan pesisir mempunyai karakteristik dan kebudayaan yang ber beda pula.

Masyarakat pesisir merupakan suatu kumpulan manusia yang memiliki pola hidup, tingkah laku, dan karakteristik tertentu yang tinggal di wilayah perbatasan antara daratan dan lautan. Masyarakat pesisir cenderung bertahan hidup dan memenuhi kebutuhanya dari sumber hasil laut yakni perikanan, sehingga masyarakat pesisir membentuk budaya sendiri yaitu budaya masyarakat pesisir.

Selanjutnya, budaya pesisir juga dapat diartikan sebagai sistem pengetahuan yang berisi konsep, teori, metode, atau teknik yang digunakan untuk melangsungkan dan memenuhi kebutuhan hidupnya baik fisik maupun sosial. Budaya pesisir diantaranya berupa bahasa, seni, kepercayaan, pengetahuan, organisasi
sosial (politik), teknologi, dan ekonomi. Masyarakat pesisir banyak terdapat di beberapa wilayah pesisir
di Indonesia, dan antara wilayah satu dengan yang lain juga berbeda-beda budayanya.

Karakteristik masyarakat pesisir pada umumnya adalah keras dan bersifat terbuka. Mereka berbicara blak-blakan. Baik di katakan baik, buruk dikatakan buruk. Masyarakat pedalaman bisa dengan mudah tersinggung jika tidak memahami karakter mereka, terutama yang berkaitan dengan komunikasi.

Bicara terbuka, tak hanya tentang komunikasi tapi juga kebudayaan baru bahkan ideologi baru. Mereka lebih mudah diyakinkan, terutama oleh orang yang dianggap mampu atau punya status di atasnya. Mereka juga adaaptif terhadap perubahan.

Karakteristik sosial ekonomi masyarakat pesisir juga unik, Sebagian besar dari masyarakat pesisir bermata pencaharian di sektor kelautan seperti nelayan, pembudidaya ikan, penambangan pasir dan transportasi laut. Dari segi tingkat pendidikan masyarakat pesisir sebagian besar masih rendah.

Tinggalkan komentar