Kerakteristik Masyarakat Pesisir Wedung Demak

Semangat pagi, sobat Lensa Pesisir. Apa kabarnya hari ini? Mimin mau cerita sedikit tentang corak budaya masyarakat Wedung, nih. Kalau belum tahu, Wedung ini merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Demak yang luas. Corak budayanya cukup beragam karena menempati area pesisir sampai agak jauh dari garis pantai. Apa saja karakteristik masyarakat pesisir Wedung Demak?

masyarakat demak

Simak, ya. Kalau ada yang kurang setuju atau kurang lengkap bisa ditambahi.

Informasi seputar Kecamatan Demak

Ada yang menyebutnya sebagai kecamatan terluas di Demak. Oleh karena itu Kecamatan Wedung memiliki luas wilayah paling luas di Kabupaten Demak. Jumlah penduduk kecamatan Wedung menurut BPS Kabupaten Demak pada tahun 2014 adalah 80.827 jiwa. Terdiri dari 39.305 laiki-laki dan 41.522 perempuan.

Kecamatan Wedung merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Demak. Letaknya di pesisir pantai laut Jawa bagian utara. Kecamatan ini mempunyai luas wilayah 93.876 ha. Termasuk yang terluas karena jika dihitung dengan prosentasi, hasilnya adalah 11 persen dari seluruh wilayah di Kabupaten Demak.Mengapa disebut terluas, mari kita lihat perbatasannya dulu.

Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Mijen:

  • Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Bonang,
  • Sebelah barat berbatasan dengan Laut Jawa,
  • Sebelah utara wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Jepara
  • Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Mijen

Secara administratif Kecamatan Wedung terdiri dari 20 desa, 26 dusun serta 107 RW dan 434 RT. Seluruh desa di Kecamatan Wedung yaitu: Desa Wedung, Ngawen, Ruwit, Kenduren, Buko, Mandung, BerahanKulon, Berahan Wetan, Bungo, Tempel, Jetak, Jungsemi, Jungpasir, Mutih Wetan, Mutih Kulon, Tedunan, Kendalasem, Kedungkarang, Kedung mutih dan Babalan.

Seluruh desa di Kecamatan Wedung sudah termasuk klasifikasi swasembada. Jumlah perangkat yang telah terisi adalah: Kepala Desa sejumlah 20 orang, sekretaris desa 13 orang, kepala dusun 11 orang, kepala kaur 81 orang dan pembantu kaur 81 orang.Sebagai contoh, jarak Kecamatan Wedung ke desa terjauh adalah ke Desa Kedung Mutih dengan jarak 20 km dan jarak terdekat dengan Desa Ngawen yaitu 5 km.

Sebagaimana masyarakat pesisir pada umumnya, mayoritas masyarakatnya bergantung pada hasil laut dan olahannya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Beberapa jenis usaha dari hasil laut adalah pembuatan garam, krupuk ikan, pengasapan ikan, terasi dan pengeringan ikan.

Corak budaya masyarakat pesisir di Wedung

Masyarakat pesisir merupakan suatu kumpulan manusia yang memiliki pola hidup, tingkah laku, dan karakteristik tertentu yang tinggal di wilayah perbatasan antara daratan dan lautan. Masyarakat cenderung bertahan hidup dan memenuhi kebutuhanya dari sumber hasil laut yakni perikanan, sehingga masyarakat pesisir membentuk budaya sendiri yaitu budaya masyarakat pesisir.

Budaya pesisir juga dapat diartikan sebagai sistem pengetahuan yang berisi konsep, teori, metode, atau teknik yang digunakan untuk melangsungkan dan memenuhi kebutuhan hidupnya baik fisik maupun sosial. Budaya pesisir diantaranya berupa bahasa, seni, kepercayaan, pengetahuan, organisasi sosial (politik), teknologi, dan ekonomi.

Kecamatan Wedung yang secara geografis merupakan masyarakat yang berdomisili di pesisir pantai dan umumnya mempunyai plurarisme budaya, sehingga masyarakat pesisir cenderung agresif karena kondisi lingkungan pesisir yang panas dan terbuka, selain itu keluarga nelayan mudah diprovokasi (dipengaruhi), dan salah satu kebiasaan dikalangan nelayan (masyarakat pesisir) adalah karena kemudahan mendapatkan uang menjadikan hidup mereka lebih konsumtif.

Namun Kusnadi (2002) dalam buku Konflik Sosial Nelayan halaman 36 juga Secara umum dapat dikatakan bahwa masyarakat pesisir memiliki karakter yang keras dan tidak mudah diatur. Jadi tidaklah aneh atau diperdebatkan lagi mengenai keterangan di atas, karena bersifat umum.

Karakteristik masyarakat

Salah satu faktor yang mempengaruhi terbentuknya kebudayaan adalah lingkungan alam fisik seperti situasi dan kondisi yang secara tidak langsung akan membentuk watak kepribadian serta budaya masyarakat yang tinggal di lingkungan itu. Demikian menurut Makmur Syarif dalam buku berjudul Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dan Efektivitas Organisasi halaman 65.

Salah satu unsur budaya yang menarik dari masyarakat pesisir Kecamatan Wedung adalah gaya komunikasi, yaitu dialek dan bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi baik dengan sesama masyarakat pesisir, masyarakat lain di luar wilayah pesisir dan pendatang. Ternyata tak hanya gaya komunikasi saja, akan tetapi lebih banyak lagi.

Oleh karena berbagai pengaruh dapat menciptakan karakter khas masyarakat yang berbeda dengan masyarakat lain di lingkungan berbeda, maka dapat dikatakan bahwa karakter masyarakat pesisir akan berbeda dengan karakter masyarakat pedalaman. Apa itu?

Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, sangat lekat dengan kebudayaan pesisiran. Mereka dapat digolongkan sebagai masyarakat yang peradabannya kasar. Hal ini ditandai dengan sikap yang lugas, spontan, tutur kata yang cenderung kasar, tetapi dari segi keagamaan termasuk Islam puritan dan memiliki sikap toleransi yang tinggi.

Memang jadi tumpang tindih antara satu dengan yang lainnya. Misalnya sangat memegang teguh ajaran Islam puritan namun mereka juga sangat permisif dengan kebudayaan kekinian.

Lugas dalam berbicara

Sebagaimana masyarakat pesisir pada umumnya, masyarakat Kecamatan Wedung juga punya corak Islam puritan yang lugas dalam bertutur. Sikap ini sedikit banyak membuat kehidupan masyarakat lebih panas”. Di sana ada ungkapan:

“katakan yang benar walaupun pahit di dengar”.

Hal inilah yang terkadang menimbulkan perselisihan. Bahkan corak komunikasi lugas juga ditujukan kepada masyarakat luar atau pendatang.

Bisa dimengerti mengapa karakter mereka demikian, karena pesisir utara Jawa pada umumnya, termasuk di Wedung, sejak zaman dahulu kala kerap menerima pendatang. Pendatang ini selain untuk memperbaiki hidup juga karena masyarakat pesisir pada umumnya menempatkan manusia pada tingkat kesetaraan.

Tinggalkan komentar