Keragaman Budaya Masyarakat Pesisir Utara Jawa

Secara geoekologi, pesisir Jawa Tengah dibagi menjadi dua bagian utama, yakni Pesisir Utara Jawa Tengah dan Pesisir Selatan Jawa Tengah. Kondisi geografis keduanya sangat berbeda. Itulah sebabnya dua wilayah ini mempunyai keunikan tersendiri sehingga terjadi keragaman budaya masyarakat pesisir utara Pulau Jawa.

keberagaman budaya masyarakat pesisir utara Jawa


Coba perhatikan di peta. Pesisir utara berada di Laut Jawa, alias berada di tengah, diapit oleh banyak pulau besar. Karakter ombak lautnya cenderung tenang. Beda dengan pesisir selatan yang langsung menghadap laut lepas. Ombaknya cenderung besar. Musim ombak di pantai utara memiliki kekuatan seperti ombak sehari-hari di pantai selatan.

Kondisi laut dan keunikan ekologi

Kondisi laut menjadi faktor utama keunikan ekologi di sepanjang pesisir Jawa Tengah. Keunikan ekologi masyarakat pesisir terlihat dari keragaman budaya, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan, serta keragaman usaha masyarakat. Tak hanya itu, bahkan jika kita bicara tentang sejarah, maka area utaralah yang dikunjungi selama periode Kurun Niaga sampai masa penjajahan. Hal ini membuat keterbukaan masyarakat pada hal baru menjadi sangat besar. Akulturasi dan asimilasi budaya juga lebih banyak terjadi.
Sepanjang pantai bagian utara akan tampak banyaknya arsitektural kuno yang mendapat campuran budaya Tiongkok yang kental. Para pedagang dari sana sudah menetap di Jawa sejak ratusan tahun lalu, bahkan mungkin sebelum masa sejarah Indonesia yang ditandai dengan penemuan prasasti batu tulis tertua di abad ke-5.
Bukan hanya dari Cina Daratan saja, pencampuran budaya yang terjadi, akan tetapi juga dari India (Gujarat) dan Arab. Keterbukaan masyarakat pesisir utara menyambut pendatang baru besert seni budaya dan cara hidup mereka. Akulturasi budaya terjadi tanpa saling menjatuhkan. Malahan menjadi harmoni.
Masyarakat pesisir cenderung memiliki sifat terbuka, sehingga budaya asing akan lebih mudah diterima dan berbaur dengan budaya masyarakat lokal. Bercampurnya kebudayaan asing dengan pendatang akan dapat memunculkan beragam kebudayaan baru di dalam masyarakat. Beberapa kebiasaan maupun ragam pekerjaan.

Keragaman budaya dan akulturasi

Keragaman budaya dicerminkan dari akulturasi struktur bangunan, kegiatan masyarakat, serta beberapa kebiasan dan adat mereka. Akulturasi kebudayaan yang paling kental dan masih dapat dilihat dengan nyata adalah berkembangnya situs kebudayaan Cina.
Menurut sejarah, Jawa merupakan jalur strategis perdagangan Internasional maupun lokal. Kota-kota di pesisir Utara Jawa, seperti Tuban, Lasem, Rembang, Jepara, Demak, Semarang, Banten, Jakarta merupakan kota yang menjadi tempat singgah para pedagang Cina. Tidak heran rasanya jka banyak situs bangunan yang bercirikan arsitektur Cina. Ini bisa dilihat dari bentuk bangunan bercirikan pada penekanan pada bentuk atap yang khas, penempatan beberapa ornamen-ornamen bangunan yang khas, serta tampak dari penggunaan warna yang khas. Bahkan terlihat nyata di masjid-masjid tua. Masjid tua dengan piring keramik biru menjadi ciri khas beberapa masjid tua di pantai utara Pulau Jawa.

Keunikan lain

Keunikan lain di Pesisir Utara Jawa adalah mengenai keragaman mata pencaharian penduduk. Beberapa mata pencaharian penduduk yang dimaksud adalah sebagai petani, nelayan, serta pembuat kapal. Lahan pertanian di kawasan Pesisir Utara Jawa sebagian besar menggunakan sistem tadah hujan dan sumur bor sebagai pengairannya. Beberapa lahan pertanian tidak menggunakan sumur bor disebakan karena adanya intrusi air laut, sehingga sumber utama pengairan menggunakan air hujan.
Kawasan Pantai Utara juga dikenal sebagai kawasan penangkapan ikan. Kondisi laut yang tenang memudahkan penduduk dalam pegusahaan penangkapan ikan. Banyak pelabuhan penangkapan ikan di sana. Industri pembuatan kapal juga sudah lama ada, yaitu pada masa kurun niaga sampai sekarang. Salah satu yang pernah dikunjungi oleh admin Lensa Pesisir adalah di kota Lasem yang juga memiliki nama lain yaitu Tiongkok Kecil.
Begitulah keragaman budaya masyarakat pesisir utara Jawa yang perlu diketahui. Kita sambung lain waktu, bahasan tentang dinamika masyarakat pesisir utara Jawa maupun keunikan dari Tiongkok Kecil kita ya.

Tinggalkan komentar